Pelajar Mahasiswa Walak Jatim Natal Bareng 2017 di Surabaya

Saling Sapa, Jumpa Temu, Refresing anak-anak Walak, sekaligus Natal bersama. Kini (16/12/2017) adalah Natal kedua buat pelajar dan mahasiswa Walak di kota Surabaya, sebelumnya atau perdana Natal dilakukan di Malang pada 2016.
Kata Nawor Lano membuat Anak-anak Walak selalu kompak, tegas, disiplin dan berpikir kreative  dan apapun itu aksesoris Natal  harus dibuat dengan sendiri tidak boleh selalu tergantung insan belajar bertanggung dan menciptakan karya sendiri. -  Foto bersama/NaworLano
Dalam Natal kali ini dengan Thema: "Allah Obabur Pano Mondok" dan Sub Themanya " Ar Allah Endatagage Paga Nir Ninility Omangiar Dogowok Nen Yiluk Ar Allah Ninowatne Worneragage"

Firman Tuhan dikutip dalam Yohanes 3: 16. Disampaikan oleh Michael Wandikbo.

Ibadah dan perayaan Natal bersama ini dilakukan dengan merangkul semua pelajar dan mahasiswa Walak Seluruh Jawa Timur (Jatim).

Inti dalam kegiatan Natal ini adalah selain Ibadah dan perayaan Natal disitu juga ada momen sepecial untuk saling Sapa, Jumpa Temu, Refresing keluarga orang Walak.

Saling mengenal satu sama lain, menjaga identitas bersama.

Dalam seremoni oleh Kk senioritas menyatakan bahwa tujuan utama selain Natal dan Ibadah ini adalah untuk menjaga keharonisan, menjaga Identitas orang Walak, menjaga dan edukasi berbicara dalam bahasa Walak dirantauan agar Anak-anak Walak tidak tengelam dalam alunan zaman yang begitu jahat ini.

Natal ini dilakukan dengan penuh ceria dan penuh bahagia di kota metropolitan Surabaya.

Anak-anak Walak yang berdomisili di Se-Jawa Timur kini sudah menetapkan bahwa Natal Anak-anak Walak akan terus dilakukan di tiap Desember tanggal 16 di tiap Tahunya. Seperti tanggal penetapan Natal suku Walak di Se- Tanah Papua.

Selanjutnya akan dilakukan dimana kota yang sudah disepakati  bersama.

Dan Anak-anak Walak juga tak lupa melakukan pemilihan panitia Natal untuk 2018. Dalam pemilihan tersebut telah terpilih dua koordinator kota dan satu ketua panitia Natal Se-Jatim 2018 nantinya.

Mereka yang terpilih adalah Melkinus Kilungga sebagai Ketua umum Se-Jatim dan Ida Togodly sebagai koordinator kota Surabaya dan sekitarnya dan selanjutnya Erdi Mumpo terpilih untuk koordinator Walayah Malang dan sekitarnya.

Pelajar dan Mahasiswa Walak tak lupa menyampaikan;
"Selamat Merayakan Ibadah Natal 2017 dan Selamat Menyambut 1 Januari 2018".
Kiranya Tuhan selalu menyertai kita semua. Amin.




Perayaan Natal Perdana IKWAL Se- Jawa Timur

Tak lupa seperti biasanya bagi umat nasrani di seluruh dunia, lebih khususnya lagi bagi masyarakat suku Walak, dan kali ini masyarakat suku Walak se-Jawa Timur menyelenggarakan Ibadah perayaan Natal bersama yang ke pertama Se- Jatim (04/12).
Berkarja dan berdekorasi sendiri adalah melawan ketergatungan dari mesin pencetak kata mereka yang mendekor
Tak terbayangkan, natal ini bisa terlaksana dengan penuh kegembiraan,  kekompakan dan kebersamaan yang erat diantara pelajar, mahasiswa  hingga di kalangan masyarakat umum orang Walak di Se- Jawa Timur, juga para simpatisan lainnya.
Saat mengisisi acara main game
Dengan julukan “Ikatan Keluarga Besar Suku Walak (IKWAL)”. Perayaan Natal IKWAL biasanya di tiap kota, dimana ada orang Walak disitu pasti ada Natal IKWAL.
Saat membawa vokal dari anak-anak Malang
Tepat di tiap 16 Desember adalah tanggal moment bagi orang walak yang pastinya ada Natal IKWAL. Dengan adanya motto “Nawor Lano“  membuat generasi Walak harus merasa bertanggungjawab.
Pemasangan lilin dari beberapa perwakilan
Natal perdana IKWAL Se-Jawa Timur  kali ini dilaksanakan tidak seperti biasanya di 16 Desember, terasa melanggar  ketentuan, bukan berarti dan disengaja yang pasti ada satu dan lain hal menjadi faktor..
Saat membawa vokal dari anak-anak Surabaya
Utamanya menyembah Sang maha kuasa, selainnya kenapa natal IKWAL itu bagaikan kewajiban bagi orang Walak adalah untuk melawan lupa sebagai orang walak, menjaga identitas orang walak, menjaga kebersamaan dan kekompakan orang walak , tempat pertemuan istemewa orang Walak, dan menjaga siapa kita sebenarnya, itulah alasan kenapa harus mejadi wajib natal IKWAL di tiap 16 Desember.
Salam-salaman
Begitulah cerita dan cara orang Walak dalam mengisi momen natal,  untuk bersyukur, menyembah kepada Sang maha kuasa.

Vokal lagi
IKWAL Se- Jawa Timur juga tak lupa mengucapkan “Selamat Hari Raya Natal dan Menyambut 1 Januari 2017”  kepada seluruh umat nasrani, dan  juga lebih khususnya kepada keluarga besar orang Walak dimana saja berada. Tuhan Memberkati.
Saat membawa vokal dari anak-anak Malang
Sambutan
Anak-anak dekor  narsis terus

Doa Bapa Kami Dalam Bahasa Walak Dengan Gambar

Doa Bapa Kami, Terjemahan Dalam Bahasa Walak yang kami rangkum dari Alkitab yang diterjemahkan oleh tim penerjemah Alkitab Bahasa Walak.

Silakan membaca Doa Bapa Kami ini untuk hari-hari anda dalam Bahasa Walak yang kami sediakan untuk anda.
Via: Nawor Lano Creativ


Yorigemo, ar Yesus nen wene onggo yoga dogolir, "Kir tamban eruwok nen yiluk kalok, yegerogon eku dogono o,

" Ninombae o, Ar Allah eti Kar karligar o. Kar karligar kalon palogo, tiya bagagu dogoak o. Kar kebe eti, Raja nir mende arar o. Nen o agar paga yoma, kar kane etiar inaruk kolek dogoak o.Nir ninagarom nau mende ndak-ndak erogo, o kup keyam wotneraga dogon o.Ir akuni nir marluk etbinanengga mende, maga balok inomarluk dek erinako eti ndak-ndak,Nir yi marluk ndi marluk eko mende, dek erogo binaniluk, maga binanin o;Nir ninabur mbalka paga, nir niniliti Kar koba ebebar andarugu eti, mi agunem togokbinanugup o." AMIN.

Manajer dan Tim PB Walak. Rev. Markus Kilungga S.Th dan Rekan

Suku Walak atau Orang Walak

Suku Walak Merupakan salah satu sub suku bangsa dari Bangsa Papua terutama Suku-suku koteka (Koteka Tribal People) sebagai suku pribumi yang ditempatkan TUHAN di kawasan Pegunungan Tengah Papua, yang mana secara ekstensional kini mendiami Bumi Balim sebagai Tanah Leluhur Suku-suku Bangsa Pribumi Papua.

Suku Walak atau Walak adalah nama suku atau suatu kelompok kecil dari Indonesia bagian Timur di Provinsi Papua terutama Suku-suku Koteka (Koteka Tribal People) atau lebih khususnya seperti suku Dani dan suku Lani, Suku Walak terletak di antara kedua suku ini.

Sebelum banyak orang mengetahui tentang Suku Walak, Suku Walak dipopulerkan oleh Pdt. Markus Kilungga, STH. Beliau adalah sebagai seorang penerjemah Alkitab dalam Bahasa Walak, anda bisa lihat Info.selengkapnya baca disini, juga beliau adalah seorang penulis buku, dalam Bahasa Walak dan bahasa Indonesia dan masih mencetak buku-buku sampai sekarang 2014 saat penulis memosting artikel ini dan sampai kapan beliau akan terus menulis atau akan berhenti dan kami belum sempat menyakan hal itu kepadanya. (Wandikbo Bael)
Suku Walak dan Suku Dani memiliki ciri khas kebudayaan yang sama - Foto: Festival Lembah Baliem 2016
Selengkapnya : Suku Walak Dan Keberadaan

Penulis : [Wandikbo BL]

Kurangnya Minat Generasi Suku Walak Pada Media Dunia Maya (Internet)

Setelah pembacaan kondisi perkembangan generasi muda Suku Walak, seiring perputaran era dan zaman saat ini, generasi muda Suku Walak sangat jauh dari perkembangan dalam pendidikan Media dunia Maya dan menguasai di bidang Teknologi dan Komputerisasi yang baik, seperti kawan-kawan generasi dari suku besar lain. Kebanyakan generasi muda  Suku Walak hampir semua menguasai di bidang Pendidikan dan bidang-bidang yang kebanyakan orang tekuni.
Ilustrasi - Via: Komunitas Kotsal Malang
Mengingat perkembangan era dan zaman saat ini sangat membutuhkan sumber daya  manusia yang mampu menguasai teknologi berbasis komputerisasi, mampu bersaing dengan generasi muda dunia/ bangsa lain dalam pencaturan SDM berkemampuan tinggi.

Sisihkan waktu untuk belajar /khursus bila perlu, di bidang komputer keliatan sangat sulit, waktu luang setelah kuliah, atau sekolah dihabiskan dengan bermain-main yang tidak ada manfaatnya.semnatara orang lain sudah melangkah jauh menguasai semua bidang, Oleh karena itu di harapkan kepada segenap generasi muda Suku Walak berlari mengejar dengan segenap kemampuan untuk menguasai atau belajar di bidang teknolohgi berbasis komputer.( Komputer dan bahasa Inggris)

Di Dunia profesionalisme kerja, semua membutuhkan SDM yang menguasai Teknologi, berkemampuan tinggi, profesiaonlisme, mandiri dan elegan.Gelar dan predikat pendidikan yang lain sangat tidak dibutuhkan oleh dunia etos kerja. Dunia kerja sangat membutuhkan kemampuan tinggi, wawasan luas, berkemampuan menganalisa dan menguasai management konflik, serta profesionalisme dalam teknologi dll.

Oleh karena itu di harapkan kepada  generasi muda Suku Walak, Jangan buang-buang waktu untuk belajar Komputer dan Bahasa Bidang Komputer yang perlu di tingkatkan adalah :
  1. Microscof EXEL ,
  2. Power Point,
  3. Pembuatan Design Web,
  4. Aplikasi (bongkar Pasang semua)
  5. Internet dll.
Selain itu waktu -waktu kosong selalu aktif dalam dunia Maya, dengan memperbanyak pengetahuan arah dan perputaran  politik dan ekonomi melalui Internet, menguasai media, dlll.

Salah satu contoh kecil.di Facebook segelincir generasi muda Walak yang aktif dan sedang belajar dan membaca perkembangan Dunia.
Pertanyaannya adalah dimana generasi muda Walak lain yg kuliah di Jayapura, Manado,Se-Jawa dan Bali?. waktu-waktu kosong habiskan di bidang apa?.habis dengan nongrong atu tidur-tidur saja? atau mabuk-mabukan saja?  berapa sih harga masuk di warnet atau  khursus ?.

Saya tantang kepada Generasi muda Walak, bahwa  jangan hidup dan belajar dari bayang-bayang orang lain, keluar dan belajar lalu buktikan siapa diri anda.

Kita sedang menuju kepada pembebasan Nasional bagi West papua, siapa yang akan mengisi kemerdekaan itu kedepan? sementara orang tua Walak sebagai penentu  pembebasan Nasional bagi kemerdekaan West Papua, namun yang akan mengisi org lain?

Ataukah kita hanya berpangku tangan menonton generasi lain bermain dan menguasai kemerdekaan itu?,dan menguasai dunia kerja sekarang dengan berkemampuan tinggi?.

Kalau ko anak Walak, Buktikan bahwa kamu BISA!!!

Jangan pernah malu dengan anda sebagai orang Walak,siapa yang larang? dunia ini milik kita bersama, semua manusia sama, apa bedanya?.

Buktikan !!!

Kurangi waktu main, dan belajar di media terlalu banyak, aktifkan dirimu dalam dunia maya.

Waaaa...Nit ndak ar o Wanlak.

Via : Ikatan Keluarga Besar Suku Walak (IKWAL)

Suku Walak Dan Keberadaan

Kepala suku Walak, Iluga Wandikbo - Via: Agung Prabowo_60366_KC Wamena_Naurak
SUKU WALAK

Walak merupakan salah satu sub Suku Bangsa dari Bangsa Melanesia Papua Barat, terutama Suku-suku Koteka (Koteka Tribal People) sebagai suku pribumi yang ditempatkan Tuhan di Kawasan Pegunungan Tengah Papua, yang mana secara ekstensional kini mendiami Bumi Balim sebagai Tanah Leluhur Suku-suku Bangsa Pribumi Papua.

Suku Walak atau Walak adalah nama suku atau suatu kelompok kecil dari Indonesia bagian Timur di Provinsi Papua. Suku Walak merupakan salah satu Suku kecil dari Suku-suku besar lainnya di Papua atau lebih khususnya seperti Suku Dani dan Suku Lani, Suku Walak terletak di antara kedua suku ini.

Sebelum banyak orang mengetahui tentang Suku Walak, Suku Walak dipopulerkan oleh Rev. Markus Kilungga, S.Th. Beliau adalah sebagai seorang penerjemah Alkitab dalam Bahasa Walak. Anda bisa lihat Info. selengkapnya baca disini. juga beliau adalah seorang penulis buku, dalam Bahasa Walak dan Bahasa Indonesia tutorial. Dan masih mencetak Buku-buku sampai sekarang 2014 saat penulis memosting artikel ini dan sampai kapan beliau akan terus menulis atau akan berhenti dan kami belum sempat menyakan hal itu kepadanya.

KEBERADAAN SUKU WALAK


Keberadaan Suku Walak terletak di antara Dua Kabupaten. Kabupaten induk, Kabupaten Jayawijya ibu kota Wamena dan Kabupaten pemakaran baru Kabupaten Mamberamo Tengah Ibu kota Kobakma, Provinsi Papua Indonesia. Suku Walak sebelum di populerkan oleh Rev.Markus Kilungga, S.Th. menjadi terkenal seperti saat ini menjadi sebuah Suku atau Kelompak seperti Suku-suku lain di Papua, sebelumnya hanya ada nama Suku Dani dan Lani, padahal Suku Walak terletak diantara kedua suku ini.

ARTI DARI KATA WALAK

Walak dengan kata lain Wanlak yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah saya pergi ambil bisa juga saya yang mengambil, kalimat ini masuk dalam kata kerja artinya sedang berlangsung atau sedang melaksanakan. Dalam Bahasa Walak, Walak diartikan dalam beberapa pengertian, diantaranya kata walak digunakan sebagai :
  • Ucapan Terimakasih
  • Ucapan Selamat
  • Ucapan atau nama dari Suku Walak itu sendiri
Mengapa orang Walak menggunakan nama Walak sebagai nama suku mereka? Karena Orang Walak itu sudah di bentuk diri mereka dengan kata Walak sejak dari nenek moyang mereka atau dari suku orang Walak itu sendiri dengan makna, arti yang sangat kuat dengan kebudayaan orang Walak. Dan kata Walak digunakan dalam beberapa pengertian yang handal seperti Ucapan Terimakasih, Ucapan Selamat dan masih ada lagi pengertian yang lain, dan dari Orang-orang tertua Walak, itu sebanya kata Walak di angkat sebagai nama Suku orang Walak.
Kali Murldik Ima Eragayam Walak - Via: ElegePHOTOgraph
Jawaban ini hanya sekedar sepengetahuan dari zaman modern sekarang dari seorang mahasiswa, lebih detailnya sangat dirahasiakan oleh yang tertua dari Suku Walak.

Penulis : [Wandikbo BL]

Suku Walak di Kabupaten Jayapura Panen Perdana Ubi Jalar

Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/11) bersama masyarakat Suku Walak kelompok tani Unit Bersama (Uber) melakukan panen Raya Ubi Jalar di lahan TNI AU, Lanud Jayapura, Distrik Sentani.

Kebun ubi jalar tersebut milik gabungan kelompok tani Uber Suku Walak asal pegunungan yang berada di Kabupaten Jayapura. Selama ini, kelompok Uber tersebut ada di bawa binaan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura melalui dana Pemerintah Kabupaten Jayapura tahun 2013.
Ilustrasi Via: benarnews.org
Panen kali ini disaksikan langsung oleh seluruh kelompok tani Uber suku Walak, Asisten III Sekda Kabupaten Jayapura Bidang Umum Wiklif Rumayomi, Kapolres Jayapura AKBP Roycke Harry Langgie, Ketua Komisi A DPRD Frangklyn Wahey, aparat Distrik dan SKPD terkait di lingkungan Pemkab Jayapura, Wakil Ketua Penggerak PKK, Cory Robert Djoenso.

Wiklif Rumayomi menyampaikan apresiasi dan bangga terhadap suku Walak, salah satu suku yang sangat luar biasa dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan keluarganya. Mereka sangat antusias melaksanakan pembangunan dalam hal memberikan kesejahteraan bagi keluarganya.

“Beberapa bulan lalu Pemkab Jayapura telah hadir melaksanakan tanam bersama masyarakat di tempat ini. Dari hasil tanam ini kita sudah bisa lakukan panen bersama. Ini adalah suatu proses yang sangat baik dimana pemberdayaan itu mulai nampak di dalam kehidupan masyarakat. Pemberdayaan yang diberikan itu pada akhirnya akan memberikan kemandirian setiap keluarga untuk mandiri dalam memberikan pelayanan kesejahteraan bagi keluarganyaa,” ujarnya.

Pemerintah mengajak masyarakat Suku Walak agar meningkatkan produksi ubi jalar supaya dapat memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. “Jadi dinas instansi terkait harus terus memberikan pembinaan kepada masyarakat kelompok tani uber ini sehingga dapat terus berkembang,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Uber Isak Gombo mengatakan, pihaknya meminta pemerintah untuk terus memberikan pembinaan agar bisa mengembangkan tanaman lainnya selain ubi jalar agar terus menjalankan program peningkatan produktivitas petani, yakni dengan menyalurkan bantuan dana dan bibit kepada masyarakat melalui kelompok tani uber disertai penyuluhan dan peninjauan langsung hasil kerja masyarakat di masing-masing kelompok.

Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Roycke Harry Langgie menilai hasil panen menunjukkan bahwa di Kabupaten Jayapura ini punya petani yang andal. Suku Walak betul-betul melaksanakan program pemerintah dengan baik dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kapolres mengajak mereka untuk tetap meningkatkan hasil tanamannya dan menghindari kegiatan yang menjurus kepada menentang pemerintah serta melawan hukum.

Kepala Kantor ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura, Ir. Lenny Maturbongs mengungkapkan bahwa hasil panen ini sangat mendukung upaya instensifikasi pangan lokal di masyarakat, dan pihaknya menghimbau kepada pihak pihak terkait untuk bisa membantu pemasaran hasil dari kebun masyarakat seperti ini.

“Kami harap kedepannya ada kerja sama dari Disperindakop dalam pemasaran hasil rakyat ini, agar masyarakat bisa semakin semangat dalam menjalankan usaha pertaniannya, selain itu program ini juga merupakan salah satu upaya untuk semakin mengintensifikasi pangan lokal ke masyrakat,” jelasnya. (Sulpa)

Suku Walak dan Bahasa Walak di Ambang Pintu Zona Degradasi

Halo sahabat,  ini adalah suatu ajakan bahwa Menjaga identitas Walak dari ancaman zona degradasi suku-suku kecil dan bahasa di Papua!
Foto facebook IKWAL- Via: naworlano.red

Akanka Suku Walak hanya tinggal nama di pusara/batu Nisan di bumi cenderawasih ? Atauka dalam benak kita hanya terplesit kata "Masa bodoh ah, emangnya gue mikirin sukulah apalah, kalau mikirin engak gaul deh... lebih baik gue mikirin yang besar-besar ajalah, lagian orang selalu ngomong kalau orang Walak /Suku walak itu Keras, Pelit dan lain sebagainya,entar gue kehilangan teman-teman lagi, terpojok nanti, biar gue di terima di kelompok besar saja"? Bahasa seperti ini adalah bukan gaya bahasa ciri khas orang Papua atau Suku Walak! Itu dialeg orang lain dan itu adalah contoh yang kita tidak harus menggunakan bahasa-bahasa seperti itu, boleh tetapi pada tempat, dan lingkungan tepat, jangan asal keluar berbicara.

Apakah kita pasrah dan membiarkan Suku Walak Degradasi dari permukaan bumi Cenderawasih dan  sejarah akan mencatat di Batu Nisan bahwa di Lembah Baliem pernah hidup sebuah suku Kecil, namun telah hilang di  telan bumi.

Mari kita berpikir dan mengasah rasa persatuan dan Kesatuan lebih kuat dan memberikan saran dan solusi atas lambatnya angkah perkembangan Pertumbuhan penduduk Suku Walak.

Ayo sobat siapa lagi yang bisa kita arahkan untuk menjaga? hanya anda dan saya sebagai orang Walak semestinya kita harus peduli dan menjaga hak warisan nenek moyang kita, tidak akan ada orang lain yang datang dan akan mengaku dia adalah orang Walak dan itu sangat mustahil sobat, maka dari itu sebaikya jangan menyangkal bahasa, budaya dan suku anda sendiri.

Via: Ikatan Keluarga Besar Suku Walak

Sebuah Maha Karya, Seorang Intelektual Menemukan Fonologi Bahasa Walak

Ada sebuah Maha Karya seorang intelerekual menemukan fonologi Bahasa Walak. Walak yang dimaksud adalah salah sebuah nama sekelompok atau suku di Papua, Suku terkecil diantara Suku- suku besar pengunungan Papua. Mengapa Walak sebuah suku? karena dia mampu menunjukkan identitsnya sebagai sebuah Suku, karena memiliki karakteristik sosial kemasyarakatannya. Salah satu unsur - karakteristik budaya, yaitu Bahasa dan Dialeg. Dia mampu menemukan fonologinya yang ditemukan oleh Rev.Markus Kilungga, S.Th. Beliau bukan seorang sarjana linguistik, namun beliau mampu menunjukkan kemampuan teori kebahasaan terhadap para pakar Bahasa lain yang tergabung dalam Summer Institute of Lenguage ( SIL).
Salah bukti adalah melalui karyanya yang berjudul
An nane il walkabuk: walak wene erlo emekwi mende inake = Bahasaku tiada taranya: buku bacaan murid dalam bahasa Walak. 2001. 
Ini merupakan sebuah bukti inteletual seorang Markus Kilungga dengan talentanya mampu menunjukkan meraih penghargaan oleh para pakar Bahasa orang Luar maupun dalam negeri. Beliau sementara selaku Koordinator Penerjemahan Alkitab Bahasa Walak . Sambil mengkoordinir proyek penerjemahan ini dia juga sedang belajar di negeri paman Sam Amerika Serikat tepat  di San Francisco, Santa Barbara.

Iluga Wandikbo, Kepala suku Walak - Via: naworlano.red
Jika ingin mengetahui kegiatan beliau di proyek penerjemahan Alkitab Bahasa Walak kunjungi disini link LAI http://www.alkitab.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=246.

Demikian kegiatan seorang Markus dan teman-teman timnya. Martinus Gombo,S.Th serta Wilhelmus Kilungga, S.Th

Via : walak-inane.blogspot.com

Suku Walak Adalah Penjaga dan Ahli Waris Taman Firdaus Allah di Papua Sebagai Taman Eden

Walak merupakan salah satu sub suku bangsa dari Bangsa Papua terutama suku-suku Koteka (Koteka Tribal People) sebagai Suku Prib...umi Pewaris Tanah Sorga di Bumi yang ditempatkan TUHAN di Kawasan Pegunungan Tengah Papua, yang mana secara ekstensional kini mendiami Bumi Balim sebagai Tanah Leluhur Suku-Suku Bangsa Pribumi Papua.
Walak Mabarlima - Via: ElegePHOTOgraphy
Dalam konteks prahistoris bangsa Papua, maka sesungguhnya Suku Walak menempati suatu Wilayah yang pernah dijadikan Ajang Perjamuan Minum dan Makan Sang Raja Damai dalam Kisah Mitos Suci Bangsa Papua (tepatnya Bolakme dan sekitarnya). Itulah Kebenaran WENE ASLI Bangsa Papua (hingga kini masih dibungkam tabirnya) yang terjadi pada Zaman Kehadiran SANG KOYEIDABA / KORERI / KOWEI – Raja Damai. Jadi Wilayah Iluga Wolo seringkali disingkat IWO atau IWEK – adalah Situs Sejarah Bangsa Papua yang telah mana dihapuskan ketika Missionaris Masuk ke Tanah Papua–melalui Wissel (Enarotali) akhir tahun 1930 dan menyebar hingga ke daratan Kawasan Pegunungan Tengah Papua–dalam Wilayah Central bergland Ondeerafdeeling (Pemerintahan Kerjaan Belanda)–yang kerapkali disebut–Middle New Guinea (Paniai–Oksibil) dalam peta politik Pemerintahan Kerajaan Belanda di Tanah Papua.

Bangsa Papua–termasuk di dalamnya Sub Suku Bangsa WALAK–merupakan Suatu Suku Bangsa Yang Besar sebagai suku–suku Bangsa yang dipercayakan dan diberikan Hak dan Mandat Otoritas langsung oleh UGATAME (bahasa Mee, Orang yang menciptakan/Melukis Dunia dan Manusia atau cosmos).

Mandat dan Otoritas Allah ini diberikan dengan pelimpahan kewenangan untuk menjaga Cuplikan Tanah Sorga yang mana dibawa kabur ALLAH dari Taman Suci Allah yang secara geografis adalah Negara IRAK (Di Timur Tengah) yang dahulunya disebut PERSIA–karena pelanggaran Konstitusi Taman Eden. Irak dan Timur Tengah (Termasuk Tanah Suci Mekkah) adalah manipulasi suku-suku Persia dan bangsa – bangsa Barat dengan target mencari kekayaan ALLAH dengan memanfaatkan Kerajaan Allah di Timur Tengah untuk mencari devisa Negara. Semua itu Omong kosong. ISLAM atau KRISTEN adalah hasil rekayasa budaya barat dalam rangka mencari EMAS, KEMENYAN dan MUR dalam TOPENG Agama – Glory, Gospel dan Gold. TAPI Firman Allah atau SUARA ALLAH – itu benar karena ALLAH itu ROH dan KEBENARAN–Bukan Tukang TIPU dan Tukang CURI seperti bangsa–bangsa Eropah dan Timur Tengah.

Sorga bukan ada di Timur Tengah atau Tanah Mesir sana lagi. Sorga sudah dipindahkan Ugatame di Tanah ini. Tanah Papua adalah Tanah Suci. Bukan MEKKAH atau YERUSALEM bukan Tanah Suci. Disana itu adalah BEKAS TANAH SUCI yang sekarang sudah tiada lagi dan telah dipindahkan UGATAME melalui MALAIKAT KERUP (Penjaga Taman Firdaus) ketika TRAGEDI EDEN.

Semua dilakukan bangsa–bangsa rakus dengan Kabar Baik Allah dijadikan ALAT bargainning untuk Mencuri Emas, Membunuh Bangsa Papua demi Membangun Kejayaan Negera Mereka.

Bangsa Papua memiliki SEJARAH LURUS dan Bukan Bengkok Atas Mandat Allah Yang Transendental. Dan Sejarah Sudah Ada jauh sebelum INJIL diberitakan di Tanah ini. Bangsa Papua adalah Umat Pilihan Allah memiliki Hukum ADAT sebagai instrumen yuridis yang diberikan ALLAH untuk Menjaga Taman Firdaus Ini dari bangsa–bangsa Barat Yang Rakus.

Pranata Hukum TAURAT Bangsa Papua jauh lebih sempurna diatas segala hukum di dunia yang sudah dibukukan dan didokumentasi oleh Pusat Studi Kedaulatan dan Demokrasi Di Tanah Papua sebagai Hukum Dasar (Grond Wet) untuk menunju NEGARA TAHTA SUCI PAPUA RAYA.
Kepadaku Bangsaku Walak di Tanah Air – Hanya kepadamu hendaknya suatu WENE bahwa: Sesungguhnya KALIAN PEWARIS DAN PENJAGA TAMAN FIRDAUS. Patuhilah Aturan Hukum Adat–sebagai Hukum Dasar Allah. Maka kamu akan bermur panjang di Tanah Sorga yang diberikan TUHAN kepada Kita sehingga kita akan menuju PAPUA RAYA dibawah Mandat Otoritas Allah Demi Kemerdekaan Bangsa Papua Raya di Tanah Papua sebagai Tanah Suci.

Janganlah Kalian mengikuti HUKUM Bangsa IBLIS yang datang hanya mau menghancurkan KEBESARAN PANJI KERAJAAN ALLAH Di ATAS OTORITAS ADAT BANGSA PAPUA–SEBAGAI BANGSA KEPUNYAAN ALLAH PENCIPTA BUMI Dan ALAM SEMESTA PAPUA RAYA Tercinta.

Wahai Bangsaku, Kaum Kerabatku Kenapa Bangsa Papua kamu tidak Percaya pada TUHAN dan ALAM SEMESTA di ATAS TANAH PAPUA? Bukankah Papua adalah Taman Eden? Mari Kita Membangun Bangsa yang sudah dihancurkan Missionaris, Kapitalisme Amerika dan Dominasi Kekuasaan Politik Indonesia.

 26 Januari 2011 pukul 19:54
(Mr. Dolumanggen Pigay)

Penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Walak

Perjanjian Baru merupakan bagian dari Alkitab yang memiliki peran penting untuk membina umat sehingga keberadaannya tidak terpisahkan dari kehidupan umat yang berkeinginan untuk mengenal dan memahami Alkitab. Untuk tujuan inilah, rencana penerjemahan Perjanjian Baru dilakukan untuk Suku Walak di Papua.

Suku Walak, dengan jumlah penduduk sekitar 28.000 jiwa, tinggal di pegunungan tengah Papua, tepatnya di bagian utara Kabupaten Jayawijaya dan di bagian barat Kabupaten Mamberamo Tengah. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Walak, yang memiliki persamaan 20% dengan bahasa-bahasa suku di sekitarnya, seperti bahasa Lani, dialek Baliem, dialek Kimbim, dan sebagainya.
Namun, persamaan tersebut tidak cukup banyak menolong mereka untuk mengerti Alkitab yang sudah tersedia dalam bahasa Lani. Itu sebabnya, ketiadaan Alkitab dalam bahasa Walak menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh para pelayan umat serta umat Tuhan di Suku  Walak.

Dengan demikian, penerjemahan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Walak diharapkan dapat menolong
umat Kristen di sana untuk mengenal Allah lebih dalam dan tidak tergerus oleh berbagai persoalan hidup. Kondisi ini juga mengundang kita untuk mendukung suku ini melalui doa dan dana sehingga dapat membuka wawasan dan kesempatan bagi umat Tuhan di Walak untuk memelihara dan memperdalam iman mereka.

Biaya yang dibutuhkan untuk proyek Penerjemahan Perjanjian Baru bahasa Walak adalah:Penerjemah Rp. 297.787.900,-
Pengetik Rp. 39.689.000,-
Perjalanan/Checking Rp. 300.000.000,-
Administrasi/Peralatan Rp. 60.900.000,-
Total Rp. 698.376.900,-

Dukungan dana yang sudah diperoleh sampai dengan akhir bulan Juni 2012 sebesar Rp. 417.147.300,-. Masih perlu diupayakan dana sebesar Rp. 281.229.600,-

Sumber : alkitab.or.id