Kalau Kamu Sadar Akan Kesadaran Itu Bagus

Buat kamu, teman-teman remaja Papua, mengajak anda ke dunia kesadaran remaja, kini perkembangan yang sedang terjadi di Papua sangat memprihantikan. Penyebabnya adalah seperti yang kita sudah ketahui bersama dan sedang menjalani, dan itu kita memiliki pandangan yang berbedah, salah satunya adalah antara pro Papua merdeka harga mati dan pro NKRI harga mati.
Pace ganteng deng amber dong - Via: naworlano.doc.
Mengungkapkan kesalahan dan masalah di Papua adalah bukan hal yang perlu saya menulis disini, tetapi teman-taman sudah tahu dan saya ingin mengajak sobat remaja Papua bahwa :

"Tuhan berikan kecantikanmu yang luar biasa cantik dan kegantenganmu yang begitu tampan, tetapi satu hal yang perlu diingat!, ingatlah bahwa Papua telah hancur dengan barbagai macam cara, entah melalui apa saja itu yang bisa di gunakan, maka teman-taman remaja Papua yang harus anda lakukan adalah tolong kurangi hal-hal yang negatif dan sadarlah kapan Papua bebas dan maju kapan, kapan dan kapan?"
Masih mudah ko sudah sadar akan kebaikan dan kesadaran arti dari hidup itu sesungguhnya, anda  akan melihat senyuman dari tumbuhan dan binatang yang tidak pernah anda bayangkan.
Satu hal lain yang terakhir adalah berpikirlah tentang kemajuan dan hal-hal yang menbangun Papua.

Semoga anda mengerti dan memahami meskipun begitu singkat maksud dan tulisan saya. Sobat yang sudah mampir disini dan sudah baca teks ini bisa mengajak teman anda akan kesadaran, kemajuan dan kebaikan. (aDeWaMeNa)

Doa Bapa Kami Dalam Bahasa Walak Dengan Gambar

Doa Bapa Kami, Terjemahan Dalam Bahasa Walak yang kami rangkum dari Alkitab yang diterjemahkan oleh tim penerjemah Alkitab Bahasa Walak.

Silakan membaca Doa Bapa Kami ini untuk hari-hari anda dalam Bahasa Walak yang kami sediakan untuk anda.
Via: Nawor Lano Creativ


Yorigemo, ar Yesus nen wene onggo yoga dogolir, "Kir tamban eruwok nen yiluk kalok, yegerogon eku dogono o,

" Ninombae o, Ar Allah eti Kar karligar o. Kar karligar kalon palogo, tiya bagagu dogoak o. Kar kebe eti, Raja nir mende arar o. Nen o agar paga yoma, kar kane etiar inaruk kolek dogoak o.Nir ninagarom nau mende ndak-ndak erogo, o kup keyam wotneraga dogon o.Ir akuni nir marluk etbinanengga mende, maga balok inomarluk dek erinako eti ndak-ndak,Nir yi marluk ndi marluk eko mende, dek erogo binaniluk, maga binanin o;Nir ninabur mbalka paga, nir niniliti Kar koba ebebar andarugu eti, mi agunem togokbinanugup o." AMIN.

Manajer dan Tim PB Walak. Rev. Markus Kilungga S.Th dan Rekan

Nasihat Orangtua Sebelum Berangkat Merantau

Apakah anda ingat nasihat Orangtua saat anda berangkat merantau ??? Bagi saya, saya masih ingat pada 20 Juni yang lalu ketika saya harus pergi meninggalkan kampung halaman, tanah dimana saya lahir dan dibesarkan, meninggalkan orangtua dan meninggalkan banyak orang yang saya kasihi dan mengasihi saya, untuk jangka waktu yang lama.untuk meraih cita-cita di tanah pengharapan, meraih kehidupan yang lebih baik di negeri nun jauh di sana. Ketika itu keluarga bersama, ibu memotong ayam dan memasaknya menjadi hidangan khusus untuk jamuan makan keberangkatan saya. Kami menikmati makanan itu bersama-sama, sebelum makan seperti biasanya ibu akan mengawali setiap ritual makan bersama kami dengan memanjatkan doa. Doa yang sederhana. Tapi sekarang aku sadar bahwa doa-doa itu adalah salah satu doa terbaik di dunia ini, karena doa itu benar-benar tulus dan tidak bertele-tele. Doa kali ini sedikit berbeda dari doa-doa biasanya, karena di dalam doa itu ibu juga meminta agar TUHAN menemani dan menjaga saya di perjalanan sampai di tempat yang akan saya tuju.
Via: ElegePHOTOgrapy
Selesai makan, kami masih tetap berkumpul di tempat di mana kami makan, yaitu ruang tengah rumah kami yang hanya di gelari tikar plastik. Ibu memberikan pesan kepada saya agar nanti sesampainya di tempat yang saya tuju, saya harus tetap menjadi orang baik, jangan sampai lupa berdoa dan ke gereja, selalu menghormati dan turut kepada abang dan kakak-kakak saya, jangan malas, harus rajin dan bekerja keras dan lain-lain. Satu lagi pesan ibu dari dulu setiap kali saya akan bepergian adalah hati-hati menjaga uang dan jangan sampai hilang, jangan sampai dicuri orang. Dulu saya pikir ibu terlalu hati-hati masalah uang, tetapi sekarang saya sadar bahwa kehati-hatian ibu saya cukup beralasan Ibu selalu memberikan banyak nasihat kepada kami anak-anaknya, di malam hari setiap kali kami berkumpul makan bersama, setiap kali kami di kebun  atau di ladang, bahkan disetiap kesempatan dan terlebih setiap kali kami anak-anaknya akan berangkat merantau.

Sesaat sebelum saya berangkat, kami sekeluarga menyempatkan diri kembali menyatukan kedua tangan, menundukkan kepala dan ibu memanjatkan doa permohonan khusus untuk keberangkatan saya. Ibupun turut mengantar saya hingga ke stasiun terminal kapal terbang dan disanalah kami berpisah. Ibu memeluk saya dan berpesan agar saya menjaga diri dan beberapa pesan dari keluarga yaitu:
  1. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dia makan.
  2. Sebelum anda mengeluh karna tidak punya apa – apa, pikirkan tentang seseorang yang harus meminta- di jalanan.
  3. Sebelum kamu mengeluh kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat terburuk di dalam hidupnya.
  4. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
  5. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhya kamu telah menyetir, pikirkan tentang sesorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
  6. Dan di saat kamu telaah dan mengeluh tentang pekerjaanya, pikirkanlah tentang orang-orang yang pengangguran, orang-orang cacat, orang-orang yang tidak mampu dan berharap mereka mempunyai pekrjaan sepertimu.
  7. Sebelum kamu menunjukan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
  8. Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa sampai detik ini kamu masih diberi kehidupan.
Satu tahun sudah waktu berlalu, nasihat itu masih tetap saya jaga di dalam hati saya. Demikianlah nasehat telah menyirami hidup saya hingga saya bisa menjadi apa saya sekarang ini (walaupun saya belum menjadi apa-apa dalam ukuran saya). Nasehat menjaga saya dari bahaya, memotivasi dan menyemangati saya, menghibur dikala sedih, mengingatkan disaat keliru, membangkitkan saya dikala jatuh, memberi solusi disaat masalah datang.terimakasih mama ku sayang. (Wandikbo BL)

Suku Walak atau Orang Walak

Suku Walak Merupakan salah satu sub suku bangsa dari Bangsa Papua terutama Suku-suku koteka (Koteka Tribal People) sebagai suku pribumi yang ditempatkan TUHAN di kawasan Pegunungan Tengah Papua, yang mana secara ekstensional kini mendiami Bumi Balim sebagai Tanah Leluhur Suku-suku Bangsa Pribumi Papua.

Suku Walak atau Walak adalah nama suku atau suatu kelompok kecil dari Indonesia bagian Timur di Provinsi Papua terutama Suku-suku Koteka (Koteka Tribal People) atau lebih khususnya seperti suku Dani dan suku Lani, Suku Walak terletak di antara kedua suku ini.

Sebelum banyak orang mengetahui tentang Suku Walak, Suku Walak dipopulerkan oleh Pdt. Markus Kilungga, STH. Beliau adalah sebagai seorang penerjemah Alkitab dalam Bahasa Walak, anda bisa lihat Info.selengkapnya baca disini, juga beliau adalah seorang penulis buku, dalam Bahasa Walak dan bahasa Indonesia dan masih mencetak buku-buku sampai sekarang 2014 saat penulis memosting artikel ini dan sampai kapan beliau akan terus menulis atau akan berhenti dan kami belum sempat menyakan hal itu kepadanya. (Wandikbo Bael)
Suku Walak dan Suku Dani memiliki ciri khas kebudayaan yang sama - Foto: Festival Lembah Baliem 2016
Selengkapnya : Suku Walak Dan Keberadaan

Penulis : [Wandikbo BL]

Generasi mudah harus merubah Sukuisme dan Keluargaisme dalam memimpin

Baik, saya merasa saya harus memberitahukan untuk Anda sebagai generasi mudah Papua, kita belajar dari pengalaman dan situasi di daerah dan itu menjadi tanggungjawab Anda dan saya sebagai anak mudah yang terpelajar pastinya.
Via: BlogAnakKampung
Dalam penulisan artikel kali ini, kita membahas bersama bagaimana kita mengetahui namun kita tidak melakukanya, seketika suatu saat bahwa anda adalah salah satu calon pemimpin atau pemimpin kini, Anda mengejar ilmu dengan mengorbanan dalam segalah hal, namun, anda tidak melakukanya berarti sama saja, karena belum melunasi pengorbanan itu dalam mengejar cita-cita.

Dan walaupun anda menikmati hasil dari jeripaya sendiri namun hutan masih belum lunas dengan ilmu keyakinan dan kebenaran dari anda sebenarnya.

Semua orang dilahirkan untuk tujuan dan maksud tertentu dari Tuhan,
Dengan kelebihan dan kekurangan masing- masing yang Tuhan berikan, sekarang Anda tinggal memilih takdir Anda sendiri dan jangan pernah ikut- ikutan perkataan orang lain tetapi jadilah diri sendiri.

Generasih mudah adalah tulang punggung masa depan bangsa,
Dan diharapkan menjadi yang terbaik dari keluarga Anda menjadi yang membanggakan untuk keluarga dan orang banyak, jangan menjadi seorang pengecut! jadi pemimpin janganlah hanya memilih kaki tangan Anda dari keluarga atau suku anda sendiri.

Akibat kedepannya bisa seperti ini,
Akibat dari seorang kepala atau pemimpin yang memilih kaki tanganya sebagai mitra kerja dalam sistem pemeritahan dari keluargaisme dan sukuisme adalah sebagai berikut:
  1. Secara tidak langsung Anda menjadi musuh dari suku lain atau orang lain.
  2. Anda sedang memilih memisahkan suatu daerah atau distrik lain menjadi berkelompok.
  3. Masyarakat ingin keluar dari kabupaten tersebut memintah pemekaran baru.
  4. Kinerja dan sistem pemerintahan tidak berjalan dengan baik.
  5. Anda akan menjadi seperti raja dan tidak ada kesempatan untuk orang lain berpendapat.
  6. Tidak ada kemajuan dan pembangunan yang nampak.
  7. Tidak ada toleransi antar sesama agama dan warga.
  8. Masyarakat merasa tidak nyaman.
  9. Anda akan menjadi pembicaraan orang lain.
  10. Korupsi menjadi mudah.
  11. Dll.
Masih banyak lagi, poin- poin diatas adalah berdasarkan situasi perkembangan di daerah Papua. mustinya Anda ketahui secara langsung namun Anda mencari solusinya binggung mau bagaimana lagi sudah terjadi, jangan penah berpikir demikian, karena selalu ada cara lain untuk keluar sistem kekeluargaan, sukuisme dll. Tergantung Anda bijak dalam memimpin suatu daerah.

Lebih baik tidak ada hal- hal demikian,
Memencobalah dengan hal baru untuk suasana yang baru dan pada intinya adalah menciptakan kenyamanan, kebersamaan, tidak saling menjatuhkan, tidak egois dalam menjadi pemimpin, berpikir untuk banyak orang, membuat orang lain tersenyum.

Kekuasaan dan harta tidak menjamin keselamatan,
Dalam ajaran agama, Tuhan tidak mengajarkan berkuasa untuk diri sendiri, tetapi Tuhan mengajarkan untuk menyelamatkan kehidupan orang lain dan mengasihi. Kekuasaan dan harta tidak menjamin keselamatan Anda dalam dunia akhirat, namun kebaikan dan cacatan Anda yang baik adalah jaminan keselamatan. Juga nama Anda selalu ada sebagai pahlawan generasi yang akan datang untuk menjadi contoh masa depan.

Dalam hal lainnya Anda hanya akan di sayangi dalam keluarga Anda saja, tidak semua orang mengakui Anda adalah bapak yang baik atau ibu yang baik. Maka itu lakukanlah memilih jalur yang baik ketika Anda menjadi pemimpin.

Berpikirlah kemajuan, mengasihi dan jangan menjadi penguasa lalu memeras rakyat kecil dengan kekuasaan dan jabatan Anda.

Semoga Anda menjadi bagian yang dimaksud, jikalau, Anda adalah calon pemimpin masa depan daerah Papua dan orang banyak nantinya, itu adalah harapan dari menulis artikel ini. “Jika benar jangan pernah malu untuk berkarja.”. Selamat berkarja saja, Tuhan memberkati dalam perjuangan Anda. #Salam.

Via: BlogAnakKampung

Membangun Daerah Bukan Hanya Lewat Pemerintah

Dianalisa sesuai dengan perkembangan dan jaman sekarang yang modern ini, dengan demikian cara berpikir manusiapun berubah seiring dengan waktu.

Sering pemahaman kita selalu berharap kepada pemeintah pusat maupun daerah untuk bantuan pembangunan dan lain hal pula sampai saat-saat ini, ketika saya menulis artikel ini perlunya kita saling berbagi dan memberi pemahaman kepada sesama orang asli Papua (OAP) dan memang tidak salah kita masih membutuhkan pemerintah dalam hal ketika bencana, modal usaha, pembangunan, dll.
Via: BlogAnakKampung
Dalam artikel postingan saya kali ini saya ingin hanya berbagi sedikit pandangan yang baik mestinya sebagai anak putra daerah kepada masyarakat kita sendiri.

Kebiasaan orang Papua sampai saat ini masih ada dalam kebiasaan yang kurang maju dalam hal malas, mengharapkan, berperasaan, jiwa kasih yang tinggi. Meskipun baik dalam pandangan lain ada pula bagian yang kurang baik seperti malas, mengharapkan dan yang lainnya.

Sering saya mendengar suatu percakapan dengan sesama teman selevel saya, katakanlah teman kuliah atau mahasiswa yang lainnya, ada pula juga dengan para pejabat, bahwa, ada argumen yang selalu terbawa seperti perkataan ini, “Kita orang asli Papua itu berperasaan tinggi dan kasihnya yang begitu besar maka dari itu, susah untuk maju seperi orang lain atau daerah lain.” Kalimat ini berangapan seola-olah masalah yang besar. Menurut saya tidak, dengan perkembangan sekarang atau zaman sekarang ini, entah itu benar suatu kebiasaan yang sering dijalani oleh orang Papua dalam kehidupan sehari-hari. Dan inilah maka yang dianggap faktor-faktor atau penghambat utama dalam kemajuan, dan dalam hal-hal yang lainnya.? 70% jawabannya ia dan 30% tidak. Alasan dari kedua jawaban ini sering kita menjalaninya sendiri sesuai realita dalam kehidupan kita orang Papua. Hanya saja perkembangan saat ini berbeda dengan sebelumnya, alias anak zaman sekarang sering mengatakan tahun-tahun tra enak ea.

Maka seharusnya kita bisa menyeimbangi antara kebisaan dan kemajuan dalam dunia usaha dan dalam dunia kepemimpinan, atau memiliki skil seni lebih besar lebih baik, karena seni Anda adalah kemajuan dilingkungan Anda .

Inti dari melawan kebiasaan ini adalah Anda harus mempunyai prinsip, ketekunan, pemahaman yang luas, punya tujuan dan rencana pandangan hidup kedepan yang jelas, memiliki jiwa seni yang bagus, berjiwa besar untuk orang lain, saling memberi pemahaman kepada saudara atau sesama dan mestinya Anda harus menjadi pelaku atau menjadi contoh untuk orang lain.[” Hal-hal yang sering kita patokan dengan kebiasaan itu akan menghambat kita, kata “.

Membangun daerah tidak harus berharap kepada pemerintah, tanggungjawab pemerintah hanya sebatas melindungi, mengayomi dan memberi.

Anda adalah pelaku dari kemajuan suatu daerah maka gunakanlah sebaik mungkin kesempatan Anda, pilihan ada padamu dan Anda mau jadi penghianat atau jadi penyelamat.? Jawaban ada pada kita Orang Asli Papua (OAP) bukan kepada siapa sobat.!

Harus mencoba dengan hal lain tidak harus mengharapkan pemerintah, tetapi perintah bisa membutuhkan Anda dalam hal kemajuan dan pembangunan itu sendiri.

Anda melakukanya maka secara tidak langsung membangun daerah dengan cara Anda sendiri.

Banyak cara dan jalur untuk membangun dan membawa nama baik, mengharumkan nama daerah dan membangun kemajuan yang pastinya. seperti sebuah pepata yang sering kita dengar “banyak jalan menuju roma”

Semoga anda menjadi bagian yang telah saya utarakan diatas dan itu adalah suatu harapan dari saya sebagai penulus artikel ini.

Via: BlogAnakKampung

Suku Walak Dan Keberadaan

Kepala suku Walak, Iluga Wandikbo - Via: Agung Prabowo_60366_KC Wamena_Naurak
SUKU WALAK

Walak merupakan salah satu sub Suku Bangsa dari Bangsa Melanesia Papua Barat, terutama Suku-suku Koteka (Koteka Tribal People) sebagai suku pribumi yang ditempatkan Tuhan di Kawasan Pegunungan Tengah Papua, yang mana secara ekstensional kini mendiami Bumi Balim sebagai Tanah Leluhur Suku-suku Bangsa Pribumi Papua.

Suku Walak atau Walak adalah nama suku atau suatu kelompok kecil dari Indonesia bagian Timur di Provinsi Papua. Suku Walak merupakan salah satu Suku kecil dari Suku-suku besar lainnya di Papua atau lebih khususnya seperti Suku Dani dan Suku Lani, Suku Walak terletak di antara kedua suku ini.

Sebelum banyak orang mengetahui tentang Suku Walak, Suku Walak dipopulerkan oleh Rev. Markus Kilungga, S.Th. Beliau adalah sebagai seorang penerjemah Alkitab dalam Bahasa Walak. Anda bisa lihat Info. selengkapnya baca disini. juga beliau adalah seorang penulis buku, dalam Bahasa Walak dan Bahasa Indonesia tutorial. Dan masih mencetak Buku-buku sampai sekarang 2014 saat penulis memosting artikel ini dan sampai kapan beliau akan terus menulis atau akan berhenti dan kami belum sempat menyakan hal itu kepadanya.

KEBERADAAN SUKU WALAK


Keberadaan Suku Walak terletak di antara Dua Kabupaten. Kabupaten induk, Kabupaten Jayawijya ibu kota Wamena dan Kabupaten pemakaran baru Kabupaten Mamberamo Tengah Ibu kota Kobakma, Provinsi Papua Indonesia. Suku Walak sebelum di populerkan oleh Rev.Markus Kilungga, S.Th. menjadi terkenal seperti saat ini menjadi sebuah Suku atau Kelompak seperti Suku-suku lain di Papua, sebelumnya hanya ada nama Suku Dani dan Lani, padahal Suku Walak terletak diantara kedua suku ini.

ARTI DARI KATA WALAK

Walak dengan kata lain Wanlak yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah saya pergi ambil bisa juga saya yang mengambil, kalimat ini masuk dalam kata kerja artinya sedang berlangsung atau sedang melaksanakan. Dalam Bahasa Walak, Walak diartikan dalam beberapa pengertian, diantaranya kata walak digunakan sebagai :
  • Ucapan Terimakasih
  • Ucapan Selamat
  • Ucapan atau nama dari Suku Walak itu sendiri
Mengapa orang Walak menggunakan nama Walak sebagai nama suku mereka? Karena Orang Walak itu sudah di bentuk diri mereka dengan kata Walak sejak dari nenek moyang mereka atau dari suku orang Walak itu sendiri dengan makna, arti yang sangat kuat dengan kebudayaan orang Walak. Dan kata Walak digunakan dalam beberapa pengertian yang handal seperti Ucapan Terimakasih, Ucapan Selamat dan masih ada lagi pengertian yang lain, dan dari Orang-orang tertua Walak, itu sebanya kata Walak di angkat sebagai nama Suku orang Walak.
Kali Murldik Ima Eragayam Walak - Via: ElegePHOTOgraph
Jawaban ini hanya sekedar sepengetahuan dari zaman modern sekarang dari seorang mahasiswa, lebih detailnya sangat dirahasiakan oleh yang tertua dari Suku Walak.

Penulis : [Wandikbo BL]

Suku Walak Adalah Penjaga dan Ahli Waris Taman Firdaus Allah di Papua Sebagai Taman Eden

Walak merupakan salah satu sub suku bangsa dari Bangsa Papua terutama suku-suku Koteka (Koteka Tribal People) sebagai Suku Prib...umi Pewaris Tanah Sorga di Bumi yang ditempatkan TUHAN di Kawasan Pegunungan Tengah Papua, yang mana secara ekstensional kini mendiami Bumi Balim sebagai Tanah Leluhur Suku-Suku Bangsa Pribumi Papua.
Walak Mabarlima - Via: ElegePHOTOgraphy
Dalam konteks prahistoris bangsa Papua, maka sesungguhnya Suku Walak menempati suatu Wilayah yang pernah dijadikan Ajang Perjamuan Minum dan Makan Sang Raja Damai dalam Kisah Mitos Suci Bangsa Papua (tepatnya Bolakme dan sekitarnya). Itulah Kebenaran WENE ASLI Bangsa Papua (hingga kini masih dibungkam tabirnya) yang terjadi pada Zaman Kehadiran SANG KOYEIDABA / KORERI / KOWEI – Raja Damai. Jadi Wilayah Iluga Wolo seringkali disingkat IWO atau IWEK – adalah Situs Sejarah Bangsa Papua yang telah mana dihapuskan ketika Missionaris Masuk ke Tanah Papua–melalui Wissel (Enarotali) akhir tahun 1930 dan menyebar hingga ke daratan Kawasan Pegunungan Tengah Papua–dalam Wilayah Central bergland Ondeerafdeeling (Pemerintahan Kerjaan Belanda)–yang kerapkali disebut–Middle New Guinea (Paniai–Oksibil) dalam peta politik Pemerintahan Kerajaan Belanda di Tanah Papua.

Bangsa Papua–termasuk di dalamnya Sub Suku Bangsa WALAK–merupakan Suatu Suku Bangsa Yang Besar sebagai suku–suku Bangsa yang dipercayakan dan diberikan Hak dan Mandat Otoritas langsung oleh UGATAME (bahasa Mee, Orang yang menciptakan/Melukis Dunia dan Manusia atau cosmos).

Mandat dan Otoritas Allah ini diberikan dengan pelimpahan kewenangan untuk menjaga Cuplikan Tanah Sorga yang mana dibawa kabur ALLAH dari Taman Suci Allah yang secara geografis adalah Negara IRAK (Di Timur Tengah) yang dahulunya disebut PERSIA–karena pelanggaran Konstitusi Taman Eden. Irak dan Timur Tengah (Termasuk Tanah Suci Mekkah) adalah manipulasi suku-suku Persia dan bangsa – bangsa Barat dengan target mencari kekayaan ALLAH dengan memanfaatkan Kerajaan Allah di Timur Tengah untuk mencari devisa Negara. Semua itu Omong kosong. ISLAM atau KRISTEN adalah hasil rekayasa budaya barat dalam rangka mencari EMAS, KEMENYAN dan MUR dalam TOPENG Agama – Glory, Gospel dan Gold. TAPI Firman Allah atau SUARA ALLAH – itu benar karena ALLAH itu ROH dan KEBENARAN–Bukan Tukang TIPU dan Tukang CURI seperti bangsa–bangsa Eropah dan Timur Tengah.

Sorga bukan ada di Timur Tengah atau Tanah Mesir sana lagi. Sorga sudah dipindahkan Ugatame di Tanah ini. Tanah Papua adalah Tanah Suci. Bukan MEKKAH atau YERUSALEM bukan Tanah Suci. Disana itu adalah BEKAS TANAH SUCI yang sekarang sudah tiada lagi dan telah dipindahkan UGATAME melalui MALAIKAT KERUP (Penjaga Taman Firdaus) ketika TRAGEDI EDEN.

Semua dilakukan bangsa–bangsa rakus dengan Kabar Baik Allah dijadikan ALAT bargainning untuk Mencuri Emas, Membunuh Bangsa Papua demi Membangun Kejayaan Negera Mereka.

Bangsa Papua memiliki SEJARAH LURUS dan Bukan Bengkok Atas Mandat Allah Yang Transendental. Dan Sejarah Sudah Ada jauh sebelum INJIL diberitakan di Tanah ini. Bangsa Papua adalah Umat Pilihan Allah memiliki Hukum ADAT sebagai instrumen yuridis yang diberikan ALLAH untuk Menjaga Taman Firdaus Ini dari bangsa–bangsa Barat Yang Rakus.

Pranata Hukum TAURAT Bangsa Papua jauh lebih sempurna diatas segala hukum di dunia yang sudah dibukukan dan didokumentasi oleh Pusat Studi Kedaulatan dan Demokrasi Di Tanah Papua sebagai Hukum Dasar (Grond Wet) untuk menunju NEGARA TAHTA SUCI PAPUA RAYA.
Kepadaku Bangsaku Walak di Tanah Air – Hanya kepadamu hendaknya suatu WENE bahwa: Sesungguhnya KALIAN PEWARIS DAN PENJAGA TAMAN FIRDAUS. Patuhilah Aturan Hukum Adat–sebagai Hukum Dasar Allah. Maka kamu akan bermur panjang di Tanah Sorga yang diberikan TUHAN kepada Kita sehingga kita akan menuju PAPUA RAYA dibawah Mandat Otoritas Allah Demi Kemerdekaan Bangsa Papua Raya di Tanah Papua sebagai Tanah Suci.

Janganlah Kalian mengikuti HUKUM Bangsa IBLIS yang datang hanya mau menghancurkan KEBESARAN PANJI KERAJAAN ALLAH Di ATAS OTORITAS ADAT BANGSA PAPUA–SEBAGAI BANGSA KEPUNYAAN ALLAH PENCIPTA BUMI Dan ALAM SEMESTA PAPUA RAYA Tercinta.

Wahai Bangsaku, Kaum Kerabatku Kenapa Bangsa Papua kamu tidak Percaya pada TUHAN dan ALAM SEMESTA di ATAS TANAH PAPUA? Bukankah Papua adalah Taman Eden? Mari Kita Membangun Bangsa yang sudah dihancurkan Missionaris, Kapitalisme Amerika dan Dominasi Kekuasaan Politik Indonesia.

 26 Januari 2011 pukul 19:54
(Mr. Dolumanggen Pigay)