Yang cantik dong bilang torang lebih sayang aktivis Papua Merdeka, kenapa ya?

Menurut idntimes.com menjadi seorang aktivis itu banyak orang menilai para aktivis itu tak menarik untuk dijadikan pasangan. Mereka terlalu sibuk di luar.
Foto dukungan Papua merdeka dari Pasifik Melanesian - Via: fwpaction.blogspot.com
Namun jangan salah sobat! sepertinya banyak perempuan cantik Papua ini lebih sayang memilih para aktivis karena itu masuk kriteria pasangan idaman. Alasan kenapa punya pasangan aktivis membuatmu juga akan bangga dan bersyukur. Simak baik-baik ya.

Kamu tidak akan kekurangan perhatian. Pada hidup orang lain yang tidak dikenal saja dia peduli, apalagi hidupmu,  Integritas dan tanggung jawab yang dia miliki membuatmu tidak akan ditelantarkan. Juga Pergaulannya luas, mengetahui banyak informasi sehingga dia jadi sosok yang bisa diandalkan. Mereka sudah mengenatahui akan masa depan. Oleh sebabnya kata perempuan Papua bilang "Za sayang ko, tapi za lebih sayang mereka yang berbicara Papua merdeka".

Banyak masalah yang terjadi di Papua membuat perempuan Papua tidak tinggal diam, mereka mendorong generasi mudah Papua untuk lebih selamatkan generasi Papua sebagai "Hitam Kulit Kriting Ramput Aku Papua", seperti lirik lagunya Edo Kondologit itu.

Kutipan ini diambil dari suaradukanews "Za sayang ko tapi za lebih sayang dan cinta mereka yang bicara Papua Merdeka" karena mereka mau selamatkan za punya generasi. Juga za tra mau nanti za pu anak cucu bilang "Za nene moyang dulu dong Hitam Kulit Kriting Rambut". Lalu diakhiri dengan kalimat "Dong zu tra ada". Itu alasanya memilih mempertahankan seorang aktivis lebih baik.

Nah yang trakhir pujian dua kalimat ini sepertinya hanya diperuntukan buat Laki-laki Papua yang Bicara Papua Merdeka,  "Ko Hebat"
Via: suaradukanews.blogspot.com

Kalau Kamu Sadar Akan Kesadaran Itu Bagus

Buat kamu, teman-teman remaja Papua, mengajak anda ke dunia kesadaran remaja, kini perkembangan yang sedang terjadi di Papua sangat memprihantikan. Penyebabnya adalah seperti yang kita sudah ketahui bersama dan sedang menjalani, dan itu kita memiliki pandangan yang berbedah, salah satunya adalah antara pro Papua merdeka harga mati dan pro NKRI harga mati.
Pace ganteng deng amber dong - Via: naworlano.doc.
Mengungkapkan kesalahan dan masalah di Papua adalah bukan hal yang perlu saya menulis disini, tetapi teman-taman sudah tahu dan saya ingin mengajak sobat remaja Papua bahwa :

"Tuhan berikan kecantikanmu yang luar biasa cantik dan kegantenganmu yang begitu tampan, tetapi satu hal yang perlu diingat!, ingatlah bahwa Papua telah hancur dengan barbagai macam cara, entah melalui apa saja itu yang bisa di gunakan, maka teman-taman remaja Papua yang harus anda lakukan adalah tolong kurangi hal-hal yang negatif dan sadarlah kapan Papua bebas dan maju kapan, kapan dan kapan?"
Masih mudah ko sudah sadar akan kebaikan dan kesadaran arti dari hidup itu sesungguhnya, anda  akan melihat senyuman dari tumbuhan dan binatang yang tidak pernah anda bayangkan.
Satu hal lain yang terakhir adalah berpikirlah tentang kemajuan dan hal-hal yang menbangun Papua.

Semoga anda mengerti dan memahami meskipun begitu singkat maksud dan tulisan saya. Sobat yang sudah mampir disini dan sudah baca teks ini bisa mengajak teman anda akan kesadaran, kemajuan dan kebaikan. (aDeWaMeNa)

Nasihat Orangtua Sebelum Berangkat Merantau

Apakah anda ingat nasihat Orangtua saat anda berangkat merantau ??? Bagi saya, saya masih ingat pada 20 Juni yang lalu ketika saya harus pergi meninggalkan kampung halaman, tanah dimana saya lahir dan dibesarkan, meninggalkan orangtua dan meninggalkan banyak orang yang saya kasihi dan mengasihi saya, untuk jangka waktu yang lama.untuk meraih cita-cita di tanah pengharapan, meraih kehidupan yang lebih baik di negeri nun jauh di sana. Ketika itu keluarga bersama, ibu memotong ayam dan memasaknya menjadi hidangan khusus untuk jamuan makan keberangkatan saya. Kami menikmati makanan itu bersama-sama, sebelum makan seperti biasanya ibu akan mengawali setiap ritual makan bersama kami dengan memanjatkan doa. Doa yang sederhana. Tapi sekarang aku sadar bahwa doa-doa itu adalah salah satu doa terbaik di dunia ini, karena doa itu benar-benar tulus dan tidak bertele-tele. Doa kali ini sedikit berbeda dari doa-doa biasanya, karena di dalam doa itu ibu juga meminta agar TUHAN menemani dan menjaga saya di perjalanan sampai di tempat yang akan saya tuju.
Via: ElegePHOTOgrapy
Selesai makan, kami masih tetap berkumpul di tempat di mana kami makan, yaitu ruang tengah rumah kami yang hanya di gelari tikar plastik. Ibu memberikan pesan kepada saya agar nanti sesampainya di tempat yang saya tuju, saya harus tetap menjadi orang baik, jangan sampai lupa berdoa dan ke gereja, selalu menghormati dan turut kepada abang dan kakak-kakak saya, jangan malas, harus rajin dan bekerja keras dan lain-lain. Satu lagi pesan ibu dari dulu setiap kali saya akan bepergian adalah hati-hati menjaga uang dan jangan sampai hilang, jangan sampai dicuri orang. Dulu saya pikir ibu terlalu hati-hati masalah uang, tetapi sekarang saya sadar bahwa kehati-hatian ibu saya cukup beralasan Ibu selalu memberikan banyak nasihat kepada kami anak-anaknya, di malam hari setiap kali kami berkumpul makan bersama, setiap kali kami di kebun  atau di ladang, bahkan disetiap kesempatan dan terlebih setiap kali kami anak-anaknya akan berangkat merantau.

Sesaat sebelum saya berangkat, kami sekeluarga menyempatkan diri kembali menyatukan kedua tangan, menundukkan kepala dan ibu memanjatkan doa permohonan khusus untuk keberangkatan saya. Ibupun turut mengantar saya hingga ke stasiun terminal kapal terbang dan disanalah kami berpisah. Ibu memeluk saya dan berpesan agar saya menjaga diri dan beberapa pesan dari keluarga yaitu:
  1. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dia makan.
  2. Sebelum anda mengeluh karna tidak punya apa – apa, pikirkan tentang seseorang yang harus meminta- di jalanan.
  3. Sebelum kamu mengeluh kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat terburuk di dalam hidupnya.
  4. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
  5. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhya kamu telah menyetir, pikirkan tentang sesorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
  6. Dan di saat kamu telaah dan mengeluh tentang pekerjaanya, pikirkanlah tentang orang-orang yang pengangguran, orang-orang cacat, orang-orang yang tidak mampu dan berharap mereka mempunyai pekrjaan sepertimu.
  7. Sebelum kamu menunjukan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
  8. Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa sampai detik ini kamu masih diberi kehidupan.
Satu tahun sudah waktu berlalu, nasihat itu masih tetap saya jaga di dalam hati saya. Demikianlah nasehat telah menyirami hidup saya hingga saya bisa menjadi apa saya sekarang ini (walaupun saya belum menjadi apa-apa dalam ukuran saya). Nasehat menjaga saya dari bahaya, memotivasi dan menyemangati saya, menghibur dikala sedih, mengingatkan disaat keliru, membangkitkan saya dikala jatuh, memberi solusi disaat masalah datang.terimakasih mama ku sayang. (Wandikbo BL)

Generasi mudah harus merubah Sukuisme dan Keluargaisme dalam memimpin

Baik, saya merasa saya harus memberitahukan untuk Anda sebagai generasi mudah Papua, kita belajar dari pengalaman dan situasi di daerah dan itu menjadi tanggungjawab Anda dan saya sebagai anak mudah yang terpelajar pastinya.
Via: BlogAnakKampung
Dalam penulisan artikel kali ini, kita membahas bersama bagaimana kita mengetahui namun kita tidak melakukanya, seketika suatu saat bahwa anda adalah salah satu calon pemimpin atau pemimpin kini, Anda mengejar ilmu dengan mengorbanan dalam segalah hal, namun, anda tidak melakukanya berarti sama saja, karena belum melunasi pengorbanan itu dalam mengejar cita-cita.

Dan walaupun anda menikmati hasil dari jeripaya sendiri namun hutan masih belum lunas dengan ilmu keyakinan dan kebenaran dari anda sebenarnya.

Semua orang dilahirkan untuk tujuan dan maksud tertentu dari Tuhan,
Dengan kelebihan dan kekurangan masing- masing yang Tuhan berikan, sekarang Anda tinggal memilih takdir Anda sendiri dan jangan pernah ikut- ikutan perkataan orang lain tetapi jadilah diri sendiri.

Generasih mudah adalah tulang punggung masa depan bangsa,
Dan diharapkan menjadi yang terbaik dari keluarga Anda menjadi yang membanggakan untuk keluarga dan orang banyak, jangan menjadi seorang pengecut! jadi pemimpin janganlah hanya memilih kaki tangan Anda dari keluarga atau suku anda sendiri.

Akibat kedepannya bisa seperti ini,
Akibat dari seorang kepala atau pemimpin yang memilih kaki tanganya sebagai mitra kerja dalam sistem pemeritahan dari keluargaisme dan sukuisme adalah sebagai berikut:
  1. Secara tidak langsung Anda menjadi musuh dari suku lain atau orang lain.
  2. Anda sedang memilih memisahkan suatu daerah atau distrik lain menjadi berkelompok.
  3. Masyarakat ingin keluar dari kabupaten tersebut memintah pemekaran baru.
  4. Kinerja dan sistem pemerintahan tidak berjalan dengan baik.
  5. Anda akan menjadi seperti raja dan tidak ada kesempatan untuk orang lain berpendapat.
  6. Tidak ada kemajuan dan pembangunan yang nampak.
  7. Tidak ada toleransi antar sesama agama dan warga.
  8. Masyarakat merasa tidak nyaman.
  9. Anda akan menjadi pembicaraan orang lain.
  10. Korupsi menjadi mudah.
  11. Dll.
Masih banyak lagi, poin- poin diatas adalah berdasarkan situasi perkembangan di daerah Papua. mustinya Anda ketahui secara langsung namun Anda mencari solusinya binggung mau bagaimana lagi sudah terjadi, jangan penah berpikir demikian, karena selalu ada cara lain untuk keluar sistem kekeluargaan, sukuisme dll. Tergantung Anda bijak dalam memimpin suatu daerah.

Lebih baik tidak ada hal- hal demikian,
Memencobalah dengan hal baru untuk suasana yang baru dan pada intinya adalah menciptakan kenyamanan, kebersamaan, tidak saling menjatuhkan, tidak egois dalam menjadi pemimpin, berpikir untuk banyak orang, membuat orang lain tersenyum.

Kekuasaan dan harta tidak menjamin keselamatan,
Dalam ajaran agama, Tuhan tidak mengajarkan berkuasa untuk diri sendiri, tetapi Tuhan mengajarkan untuk menyelamatkan kehidupan orang lain dan mengasihi. Kekuasaan dan harta tidak menjamin keselamatan Anda dalam dunia akhirat, namun kebaikan dan cacatan Anda yang baik adalah jaminan keselamatan. Juga nama Anda selalu ada sebagai pahlawan generasi yang akan datang untuk menjadi contoh masa depan.

Dalam hal lainnya Anda hanya akan di sayangi dalam keluarga Anda saja, tidak semua orang mengakui Anda adalah bapak yang baik atau ibu yang baik. Maka itu lakukanlah memilih jalur yang baik ketika Anda menjadi pemimpin.

Berpikirlah kemajuan, mengasihi dan jangan menjadi penguasa lalu memeras rakyat kecil dengan kekuasaan dan jabatan Anda.

Semoga Anda menjadi bagian yang dimaksud, jikalau, Anda adalah calon pemimpin masa depan daerah Papua dan orang banyak nantinya, itu adalah harapan dari menulis artikel ini. “Jika benar jangan pernah malu untuk berkarja.”. Selamat berkarja saja, Tuhan memberkati dalam perjuangan Anda. #Salam.

Via: BlogAnakKampung

Membangun Daerah Bukan Hanya Lewat Pemerintah

Dianalisa sesuai dengan perkembangan dan jaman sekarang yang modern ini, dengan demikian cara berpikir manusiapun berubah seiring dengan waktu.

Sering pemahaman kita selalu berharap kepada pemeintah pusat maupun daerah untuk bantuan pembangunan dan lain hal pula sampai saat-saat ini, ketika saya menulis artikel ini perlunya kita saling berbagi dan memberi pemahaman kepada sesama orang asli Papua (OAP) dan memang tidak salah kita masih membutuhkan pemerintah dalam hal ketika bencana, modal usaha, pembangunan, dll.
Via: BlogAnakKampung
Dalam artikel postingan saya kali ini saya ingin hanya berbagi sedikit pandangan yang baik mestinya sebagai anak putra daerah kepada masyarakat kita sendiri.

Kebiasaan orang Papua sampai saat ini masih ada dalam kebiasaan yang kurang maju dalam hal malas, mengharapkan, berperasaan, jiwa kasih yang tinggi. Meskipun baik dalam pandangan lain ada pula bagian yang kurang baik seperti malas, mengharapkan dan yang lainnya.

Sering saya mendengar suatu percakapan dengan sesama teman selevel saya, katakanlah teman kuliah atau mahasiswa yang lainnya, ada pula juga dengan para pejabat, bahwa, ada argumen yang selalu terbawa seperti perkataan ini, “Kita orang asli Papua itu berperasaan tinggi dan kasihnya yang begitu besar maka dari itu, susah untuk maju seperi orang lain atau daerah lain.” Kalimat ini berangapan seola-olah masalah yang besar. Menurut saya tidak, dengan perkembangan sekarang atau zaman sekarang ini, entah itu benar suatu kebiasaan yang sering dijalani oleh orang Papua dalam kehidupan sehari-hari. Dan inilah maka yang dianggap faktor-faktor atau penghambat utama dalam kemajuan, dan dalam hal-hal yang lainnya.? 70% jawabannya ia dan 30% tidak. Alasan dari kedua jawaban ini sering kita menjalaninya sendiri sesuai realita dalam kehidupan kita orang Papua. Hanya saja perkembangan saat ini berbeda dengan sebelumnya, alias anak zaman sekarang sering mengatakan tahun-tahun tra enak ea.

Maka seharusnya kita bisa menyeimbangi antara kebisaan dan kemajuan dalam dunia usaha dan dalam dunia kepemimpinan, atau memiliki skil seni lebih besar lebih baik, karena seni Anda adalah kemajuan dilingkungan Anda .

Inti dari melawan kebiasaan ini adalah Anda harus mempunyai prinsip, ketekunan, pemahaman yang luas, punya tujuan dan rencana pandangan hidup kedepan yang jelas, memiliki jiwa seni yang bagus, berjiwa besar untuk orang lain, saling memberi pemahaman kepada saudara atau sesama dan mestinya Anda harus menjadi pelaku atau menjadi contoh untuk orang lain.[” Hal-hal yang sering kita patokan dengan kebiasaan itu akan menghambat kita, kata “.

Membangun daerah tidak harus berharap kepada pemerintah, tanggungjawab pemerintah hanya sebatas melindungi, mengayomi dan memberi.

Anda adalah pelaku dari kemajuan suatu daerah maka gunakanlah sebaik mungkin kesempatan Anda, pilihan ada padamu dan Anda mau jadi penghianat atau jadi penyelamat.? Jawaban ada pada kita Orang Asli Papua (OAP) bukan kepada siapa sobat.!

Harus mencoba dengan hal lain tidak harus mengharapkan pemerintah, tetapi perintah bisa membutuhkan Anda dalam hal kemajuan dan pembangunan itu sendiri.

Anda melakukanya maka secara tidak langsung membangun daerah dengan cara Anda sendiri.

Banyak cara dan jalur untuk membangun dan membawa nama baik, mengharumkan nama daerah dan membangun kemajuan yang pastinya. seperti sebuah pepata yang sering kita dengar “banyak jalan menuju roma”

Semoga anda menjadi bagian yang telah saya utarakan diatas dan itu adalah suatu harapan dari saya sebagai penulus artikel ini.

Via: BlogAnakKampung